BMKG melalui Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Utara sukses menyelenggarakan Sekolah Lapang Iklim Kopi bekerja sama dengan Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI). Kegiatan Sekolah Lapang Iklim ini merupakan kegiatan sekolah lapang iklim tematik kedua di tahun 2022 ini yang diselenggarakan oleh Staklim Sumatera Utara. Kegiatan ini ditautkan pada acara CoTeCa (Coffee, Tea, Cacao) Nusantara Fest yang diselenggarakan oleh ITSI dengan tema Optimalisasi Peran dan Kontribusi Stakeholder guna Mendukung Daya Saing Agribisnis Komoditas Penyegar pada tanggal 18-22 Agustus 2022 di Institut Teknologi Sawit Indonesia, Jalan Willem Iskandar LPP Agro Nusantara Medan. Acara CoTeCa Nusantara Fest 2022 ini terdiri dari serangkaian kegiatan yaitu Seminar Nasional, Talkshow, UMKM Exhibition Expo dan Bazaar, Pelatihan dan Battle Barista, Job Fair, Community Gathering, Tea Walk, Bakti Sosial, Donor Darah, dan Sekolah Lapang Iklim Kopi.

Peserta Sekolah Lapang Iklim Kopi ini terdiri dari 28 orang dosen PTS dan asosiasi profesi, 4 orang praktisi dari instansi pemerintah, 10 orang petani kopi dari Kabupaten Simalungun, dan 10 orang dosen internal dari ITSI. Adapun yang menjadi tamu undangan antara lain dari Dinas Perkebunan, PTPN, BPTP, UPT BMKG di wilayah Sumatera Utara, serta awak media. Kepala pusat layanan informasi iklim terapa BMKG (Dr. Ardhasena Sopaheluwakan) beserta rombongan turut hadir secara langsung dalam kegiatan ini untuk membuka kegiatan Sekolah Lapang Iklim Kopi. Kegiatan Sekolah Lapang Iklim Kopi menghadirkan narasumber dari berbagai instansi dan stakeholder terkait. Salah satu narasumber yang turut berpartisipasi dalam kegiatan Sekolah Lapang Iklim Kopi ini yaitu Dr. Koichi Kurihara dari JICA Expert (Japan International Cooperation Agency) yang juga merupakan mantan direktur divisi prakiraan iklim JMA (Japan Meteorological Agency).

Sebelum diselenggarakan Sekolah Lapang Iklim ini, telah dilakukan FGD beberapa hari sebelumnya untuk menentukan tahapan kegiatan SLI Kopi. Tahapan kegiatan SLI Kopi dimulai dengan menentukan kurikulum SLI Kopi, sharing pengalaman dari para pihak, dan pelaksanaan sekolah lapang sesuai materi yang telah ditetapkan bersama dengan sasaran peserta dan para fasilitator Sekolah Lapang. Sekolah Lapang Iklim dilaksanakan dengan pemberian materi di ruangan oleh para narasumber, kunjungan langsung ke kebun teh Sidamanik, serta diskusi di lapangan. Selain itu, dilaksanakan juga kegiatan tanam kopi secara simbolis dengan kelompok tani di Kec. Sidamanik.

Melalui kegitan Sekolah Lapang Iklim Kopi ini, diharapkan masyarakat khususnya petani kopi maupun para praktisi dapat lebih memahami iklim dalam kaitannya dengan pertumbuhan pertanian khususnya komoditi kopi di wilayah Sumatera Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *