Jenis-jenis Neraca Air:

  1. Berdasarkan pada Waktu  neraca air dapat dibedakan atas Neraca Air Periodik dan Neraca Air Klimatologi. Neraca Air Periodik yaitu neraca air yang dibuat secara kontinu setiap tahun, sedangkan Neraca Air Klimatologi adalah neraca air yang dibuat dengan menggunakan data iklim rata-rata. 
  2. Berdasarkantujuanpenggunaanya, neraca air dapatdibedakan atas neracaair umum, neraca air lahan dan neraca air tanaman.

Tabel 4. Jenis-jenis neraca air berdasarkan tujuan penggunaannya.

No Jenis Manfaat Input Asumsi
1 Neraca Air Umum   CH = EP + S Gambaranumumkeadaan air suatu wilayahPeriodebasahPeriodekering CH EP Perlakuan tanah terhadap surplus air hujan belum diperhitungkanLahantertutupVegetasi
2 Neraca Air Lahan   CH=ETP+dKAT +S Mempertimbangkankesesuaianbagipertanianlahantadahhujanberdasarkankandungan air tanahnyaMengaturjadwal dan panentanamanMengaturpemberianirigasibaikdalamjumlahmaupunwaktunyasesuaidengankeperluan CH ETP KL TLP     LahantertutupVegetasi   Lahantadahhujan
3 Neraca Air Tanaman   CH=ETc+dKAT +S CH ETP KL TLP kc

 

KomponenNeraca Air Lahan

Curah Hujan

Merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.

Evapotranspirasi

Kehilangan air dari tanah terjadi melalui dua proses yang berbeda, yaitu melalui evaporasi dari permukaan tanah dan transpirasi dari permukaan daun.

Kandungan Air Tanah (KAT)

Kandungan air dalam tanah merupakan jumlah air yang terkandung dalam tanah sedalam jelah akar tanaman satu (1) meter.

Kapasitas Lapang (water holding capacity), yaitu kondisi tanah  yang jenuh air dan disebut sebagai batas atas dari ketersediaan air tanaman.  Kapasitas lapang dari suatu jenis tanah tergantung pada tekstur dan struktur tanah (Strahler, 1973).

Titik Layu Permanen (permanent wilting point) atau koefisien layu (wilting coeficient) merupakan batas bawah ketersediaan air dalam tanah untuk tanaman, dimana tanaman tidak dapat lagi menyerap air untuk pertumbuhannya

Air tersedia bagi tanaman adalah air di dalam tanah yang berada pada kisaran antara kapasitas lapang (field capacity) dan titik layu permanen (permanent wilting point).

Rekomendasi awal tanam

Untuk menjamin pertumbuhan tanaman yang baik, air harus ditambahkan jika 50-85% dari air tersedia telah habis terpakai. Berdasarkan hal tersebut, maka ditetapkan periode masa tanam adalah periode pada saat KAT tidak kurang dari 50% air tersedia (KAT optimum). Sedangkan potensi masa tanam untuk padi sawah adalah pada periode terjadinya kelebihan air atau surplus

Asumsi Perhitungan neraca air lahan:

  • Lahanberupatanahtadahhujan, denganmasukantunggalberupacurahhujan
  • Prioritaskeluaran air secaraberurutanadalahuntukmemenuhiETp, infiltrasihinggakadar air tanah (KAT) mencapaitingkatkapasitaslapang (KL) dan surplus air berupagenangan (surface runoff) sertaperkolasi (subsurface runoff).
  • Kedalamantinjautanahadalahsatu meter denganmolekultanahhomogen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *