Analisis Dinamika Atmosfer

Analisis kondisi Dinamika Atmosfer yang dilakukan oleh Stasiun Klimatologi Deli Serdang sampai dengan Dasarian ke-1 bulan Juni 2019 adalah sebagai berikut:

  1. ENSO, indeks ENSO berada dalam kategori El Nino Lemah dan diprediksi akan tetap berada dalam kategori El Nino Lemah pada dasarian ke-2 Juli 2019.
  2. Dipole Mode, indeks Dipole Mode bernilai Normal dan diprediksi bernilai Normal pada dasarian ke-2 Juli 2019.
  3. Secara umum suhu muka laut pada dasarian ke-1 bulan Juli 2019 di perairan sekitar wilayah Sumatera Utara berkisar antara 27.5°C – 29.5°C. Anomali suhu muka laut di perairan barat Sumatera Utara berkisar antara 0.8°C – 1.4°C, sedangkan di perairan timur Sumatera Utara berkisar antara 0.6°C – 0.8°C. Hal ini mengindikasikan bahwa potensi pembentukan awan konvektif di wilayah Sumatera Utara bagian barat cenderung lebih tinggi. Pada dasarian ke-2 Juli 2019, diprakirakan anomali suhu muka laut di wilayah Sumatera Utara secara umum bernilai netral hingga positif berkisar antara 0 °C – 0.2°C.
  4. Sirkulasi udara pada dasarian ke-1 bulan Juli 2019 didominasi oleh angin dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 4 – 20 knots. Terdapat Siklon Tropis Mun di Laut Cina Selatan yang menarik massa udara Sumatera Utara ke wilayah tersebut. Adanya beberapa aktivitas siklonik berupa daerah pusat tekanan rendah di perairan timur dan barat Filipina, perairan utara Papua, dan Laut Cina Selatan secara tidak langsung mempengaruhi pola angin di wilayah Indonesia.  Selain itu, terdapat gangguan berupa sirkulasi eddy di perairan barat Sumatera dan perairan barat Kalimantan yang mengakibatkan wilayah Sumatera Utara menjadi daerah konvergensi dan belokan angin. Hal ini menambah potensi pembentukan awan konvektif penyebab hujan di wilayah Sumatera Utara. Pada dasarian ke-2 Juli 2019 diprakirakan masih didominasi oleh angin dari arah tenggara hingga barat daya.

Kesimpulan

Kondisi dinamika atmosfer di wilayah Sumatera Utara pada dasarian ke-1 Juli 2019 yaitu sirkulasi angin didominasi oleh angin dari arah tenggara hingga barat daya dengan anomali suhu muka laut bernilai positif. Pada dasarian ke-2 Juli 2019 secara umum diprakirakan potensi pembentukan awan hujan semakin berkurang di wilayah Sumatera Utara.