Analisis Dinamika Atmosfer

Analisis kondisi Dinamika Atmosfer yang dilakukan oleh Stasiun Klimatologi Deli Serdang sampai dengan Dasarian ke-1 bulan Maret 2019 adalah sebagai berikut:

  1. ENSO, indeks ENSO berada dalam kategori El Nino Lemah dan diprediksi akan tetap berada dalam kategori El Nino Lemah pada dasarian ke-2 Maret 2019.
  2. Dipole Mode, indeks Dipole Mode bernilai Negatif kuat dan diprediksi akan tetap dalam kategori Negatif kuat hingga dasarian ke-2 Maret 2019.
  3. Secara umum suhu muka laut pada dasarian ke-1 bulan Maret 2019 di perairan sekitar wilayah Sumatera Utara berkisar antara 27.0°C – 29.5°C. Anomali suhu muka laut di perairan barat Sumatera Utara umumnya positif dengan nilai berkisar antara 0.8°C – 1.28°C. Hal ini mengindikasikan bahwa potensi pembentukan awan konvektif di pantai barat Sumatera Utara cenderung tinggi. Anomali suhu muka laut di perairan timur Sumatera Utara bernilai lebih rendah, yaitu berkisar antara 0.6°C – 1.0° C. Pada dasarian ke-2 Maret 2019, diprakirakan umumnya anomali suhu muka laut di wilayah Sumatera Utara umumnya bernilai netral hingga positif berkisar antara 0°C – 0.3°C.
  4. Sirkulasi udara pada dasarian ke-2 bulan Februari 2019 didominasi oleh angin dari arah Utara hingga Timur Laut dengan kecepatan 4 – 20 knots. Terdapat beberapa aktifitas siklonik berupa daerah pusat tekanan rendah di Samudera Hindia barat daya Sumatera serta sirkulasi eddy di sebelah barat Kalimantan menjadikan wilayah pantai timur Sumatera Utara menjadi daerah divergensi, sedangkan di wilayah pantai barat Sumatera Utara terbentuk daerah konvergensi dan belokan angin yang menambah potensi pembentukan awan konvektif penyebab hujan. Pada dasarian ke-2 Maret 2019 diprakirakan didominasi oleh angin dari arah Barat hingga Utara.

Kesimpulan

Kondisi dinamika atmosfer di wilayah Sumatera Utara pada dasarian ke-1 Maret 2019 yaitu sirkulasi angin didominasi oleh angin dari arah Utara hingga Timur Laut dengan anomali suhu muka laut positif. Pada dasarian ke-2 Maret 2019 secara umum diprakirakan potensi pembentukan awan hujan kurang signifikan di wilayah Sumatera Utara.