Kepala Staklim (Klaus J.A. Damanik, ST) didampingi Staf Datin (Joko Yulianto A.,M.Si) mengikuti kegiatan Posko Ketahanan Pangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Medan.

Rapat Evaluasi Program Kegiatan Penyuluhan Pertanian Provinsi Sumatera Utara tahun 2018 telah dilksanakan pada tanggal 14 Agustus 2018 bertempat di UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara. Rapat dibuka langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dan dihadiri oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Kepala UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kasi lingkup bidang Penyuluhan, Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Penyuluh dan Penyuluh Pertanian provinsi Sumatera Utara serta peserta dari kabupaten / kota yakni Kabid Penyuluhan / Kepala UPTD Penyuluhan/ Kasi Penyuluhan/ Koordinator KJF penyuluh pertanian berjumlah ± 32 orang.

Peserta Kabupaten/ Kota yang hadir antara lain dari Kabupaten Asahan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Serdang Berdagai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kabupaten Nias Utara, Kota Binjai, Kota Padang Sidempuan, Kota Tanjung Balai dan Provinsi.

Tujuan dari rapat tersebut untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan pelaksanaan program kegiatan penyuluhan tahun 2018, serta untuk memaksimalkan peran penyuluh pertanian dalam mensukseskan program upsus padi, jangung, kedelai, bawang merah, cabai merah di Provinsi Sumatera Utara. Dari arahan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, paparan Kabid Penyuluhan serta Kasi lingkup Bidang Penyuluhan dan dari hasil diskusi, dapat dirumuskan hasil-hasil sebagai berikut:

1. Tingkatkan eksistensi dan kinerja penyuluh pertanian di lapangan, karena saat ini sudah berada satu atap/ satu komando di dinas pertanian dalam memberhasilkan program pembangunan pertanian di lapangan.

2. Maksimalkan pendampingan/pengawalan program upsus dan pembinaan generasi muda petani.

3. Optimalkan pemanfaatan Alsintan dan jika diperlukan, realokasi alsintan yang ada ketempat yang lebih sesuai dan dibutuhkan.

4. Tingkatkan penguasaan IT dalam mendukung tugas sebagai pendamping/ pengawal program upsus.

5. Mantapkan arus pelaporan program upsus baik secara tertulis maupun secara online melalui Media Center E-Sumut Bermartabat.

6. Kabupaten/ kota yang belum menyampaikan usulan revisi CP/CL kegiatan penyuluhan TA 2018 yaitu sekolah lapang, demplot atau pengembangan penyuluh swadaya, peningkatan kapasitas kelompok tani, tenaga admin simluhtan, tenaga admin pengembangan BPP berbasis TIK, petugas pendamping/ pengawalan upsus, agar segera menyampaikan ke provinsi.

7. Mulai 01 September 2018, pencairan BOP Penyuluh baik PNS maupun THL TBPP, baru dapat dilaknasakan apabila seluruh penyuluh telah melaksanakan penyusunan programa penyuluhan, RKTP, pengawalan/ pendampingan upsus, pembinaan generasi muda petani serta melaporkan LTT, luas panen dan Media Center E-Sumut bermartabat yang ada pada dinas TPH provinsi Sumatera Utara yang dirangkum dalam bentuk rekomendasi dan masing masing kepala dinas pertanian kabupaten/ kota.

8. Kabupaten/ kota agar segera melaporkan kebutuhan pelatihan bagi para penyuluh baik pelatihan fungsional maupun teknis, untuk di programkan di tingkat provinsi Sumatera Utara.

9. Untuk keikutsertaan masing-masing kabupaten/ kota pada kegiatan penas TA 2018 di Padang Sumatera Barat, maka masing-masing kabupaten/ kota, diwajibkan mengalokasikan anggaran melalui APBD kabupaten/ kota TA 2018 untuk mengikuti kegiatan pekan daerah (PEDA) Provinsi Sumatera Utara 2019 sebagai ajang PRA PENAS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *