Peneliti Staklim (Hendri Irwandi, M.Si) mengikuti kegiatan Bimtek Pengolahan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geospasial di LAPAN Jakarta

LAPAN bekerjasama dengan Bappeda Provinsi Jawa Barat mengadakan pelatihan singkat pengolahan data penginderaan jauh untuk mendukung pembangunan wilayah Provinsi  Jawa Barat, yang diselenggarakan di aula Balai Pengembangan Pembangunan dan Analisa Potensi Daerah (BP2APD). Pelatihan dibuka oleh Kasie Analisa Potensi Daerah, R Arso Budiriyadi, S.Si., M.Si dan dari Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh РLAPAN diwakilkan oleh Kabid Diseminasi Pustekdata, Ir. Rubini Jusuf, M.Si. Pelatihan diikuti oleh 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Barat, antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Perkebunan, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, Dinas Kehutanan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Dinas Lingkungan Hidup dan Bidang Fisik Bappeda.
Ir. Rubini Jusuf, M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan ini bagian dari kerja sama antara LAPAN dan Provinsi Jawa Barat dimana MoU ditandatangani pada April 2016. Salah satu amanat UU No. 21 Tahun 2013 adalah LAPAN berkewajiban mengoperasikan stasiun bumi dan menyediakan data inderaja berbagai resolusi, melakukan penyimpanan dan pendistribusian, membuat pedoman pengolahan data inderaja, serta pemanfaatan dan diseminasi informasi data inderaja. Dalam hal mendukung pembangunan wilayah Prov. Jawa Barat, LAPAN berperan dalam penyediaan data inderaja yang digunakan sebagai input data di simpul jaringan berbasis web-SIG Provinsi Jawa Barat serta mendukung pembangunan kapasitas SDM OPD dalam pengolahan dan pemanfaatan data inderaja.
R Arso Budiriyadi, S.Si., M.Si, menjelaskan tentang web-SIG Provinsi Jawa Barat yang memuat data-data spasial dari berbagai sektor yang dikelola oleh masing-masing pengelola data spasial untuk kemudian dikumpulkan dan diunggah oleh Balai Pengembangan Pembangunan dan Analisa Potensi Daerah (Bangun Satenda) sebagai bahan analisis dan pengambilan keputusan.
Materi pelatihan meliputi penjelasan sistem penerimaan, pengolahan dan distribusi data inderaja, praktikum tentang cara perolehan data melalui katalog inderaja, koreksi radiometri dan penajaman warna, mosaik dan klasifikasi terbimbing menggunakan software QGIS. Instruktur pelatihan oleh Inggit Lolita Sari, ST., MGIS dan Haris Suka Dyatmika, S.Si.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *